Tentang Gabung Bersama Kami

FlixOnline: Netflix Palsu Mencuri Data Anda Melalui WhatsApp

Aug 12, 2021 - Koby Pearson

Super Healthy Cakes for all family

Jenis penipuan baru menyebar di chat WhatsApp, yang bersumber langsung dari Google Play Store resmi.

Jenis penipuan baru menyebar di chat WhatsApp, yang bersumber langsung dari Google Play Store resmi. Malware bernama FlixOnline menyamar sebagai aplikasi Netflix di Google Play, dan dilengkapi dengan fitur yang memungkinkannya untuk secara otomatis menanggapi pesan WhatsApp yang masuk dari smartphone korban.

Setelah aplikasi palsu tersebut diinstal dari Google Play Store ke smartphone Anda, dengan berpura-pura menjadi Netflix, FlixOnline meminta izin yang mengganggu. Izin itu memungkinkannya membuat layar masuk palsu untuk aplikasi lain guna mencuri kredensial dan mendapatkan akses ke semua notifikasi di perangkat Anda. Cara ini digunakan untuk menyembunyikan notifikasi WhatsApp dari pengguna dan secara otomatis membalasnya dengan tautan unduhan palsu ke aplikasi malware. Dengan demikian, siklusnya terus berlanjut.

Setelah sukses menginfeksi, malware dapat menyebar lebih luas melalui tautan, mencuri data akun pengguna, menyebarkan pesan berbahaya ke kontak korban, dan bahkan memeras pengguna dengan ancaman membocorkan data atau percakapan rahasia di WhatsApp. Virus Android dari malware memiliki berbagai macam fungsi yang memungkinkan, misalnya, untuk menghapus atau memblokir data, serta spyware yang dapat mencuri foto pengguna dan kata sandi online banking.

Aplikasi telah dihapus dari Play Store, tetapi telah diunduh sebanyak 500 kali dalam dua bulan.

Kasus serupa

Awal tahun ini pakar keamanan mengumumkan kemunculan malware Android baru yang menyamar sebagai aplikasi Clubhouse palsu untuk Android. Scammer menggunakan salinan situs web resmi yang dibuat dengan baik. Namun, segera setelah pengguna mengeklik "Unduh dari Google Play," aplikasi secara otomatis mengunduh ke perangkat pengguna. Setelah itu, malware dapat mencuri data login setidaknya dari 458 layanan online. Ahli keamanan memperingatkan bahwa data yang dicuri mencakup aplikasi keuangan dan trading terkenal, mata uang kripto, jejaring sosial; seperti Twitter, WhatsApp, Facebook, Amazon, Netflix, Outlook, eBay, Coinbase, Plus500, BBVA, Lloyds Bank, dan lainnya.

Mirip dengan FlixOnline, sebuah modus penipuan lain menyebar di chat WhatsApp, yang disebut "WhatsApp Pink" — pengguna diminta untuk mengikuti tautan guna mengunduh skema warna profil baru oleh pengguna WhatsApp palsu. Di balik tautan tersebut, ada malware yang dapat mencuri data pribadi pengguna dan akun WhatsApp. WhatsApp palsu mulai mengumpulkan data pribadi setelah menyusup ke smartphone korban.

Cara untuk menghindari aplikasi palsu

Google memiliki jawaban tentang cara melindungi smartphone Anda, tetapi kami menawarkan beberapa langkah tambahan.

Pertama, hanya instal aplikasi dari sumber yang resmi, seperti Google Play dan App Store. Tautan untuk menginstal aplikasi sering kali dapat ditemukan di situs web resmi perusahaan.

Kedua, periksa URL di bilah alamat browser ketika Anda mengunjungi situs tertentu. Situs web resmi Netflix adalah www.netflix.com. Situs palsu mungkin memiliki nama domain yang mirip, seperti www.netfllx.com atau www.neftlix.com.

Sayangnya, malware juga dapat menyusup ke store resmi. Ketiga, Anda harus memperhatikan pengembangnya. Misalnya, aplikasi Netflix yang asli diterbitkan oleh Netflix Inc di Google Play. Aplikasi palsu akan diterbitkan atas nama pengembang lain, memiliki ulasan dan angka unduhan yang lebih sedikit.

Keempat, hati-hati saat orang menawari sesuatu yang gratis, karena mereka mungkin mencoba menjebak Anda. Netflix memiliki beberapa paket langganan tetapi tidak ada yang gratis. Jika aplikasi menjanjikan Anda akses gratis ke semua film, maka Anda harus berhati-hati karena mungkin ini adalah jebakan malware.

Untuk menambah pengetahuan Anda, pelajari cara melindungi diri Anda dari penipuan di Internet.

Jika Anda pernah menjadi korban penipuan di Internet, kirim cerita Anda untuk kami publikasikan. Mari bersama-sama menjadikan Internet tempat yang lebih aman.

FAQ

Bagaimana Saya Melindungi Diri dari Penipuan Online?

Penipuan di Internet telah ada sejak awal world wide web (www) dibuat. Dari tahun ke tahun, penipu mengembangkan trik dan teknik baru untuk menipu calon korbannya. Untuk menghindari jebakan online, pastikan untuk mengikuti beberapa aturan dasar berikut:

  • Periksa setelan privasi media sosial Anda dan jangan pernah membagikan informasi pribadi ke orang yang tidak Anda kenal.
  • Buat kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap situs web yang Anda gunakan. Para ahli mengatakan Anda harus mengubah kata sandi sekali dalam beberapa bulan.
  • Berhati-hati saat menggunakan Wi-Fi di tempat umum. Anda dapat menggunakannya untuk penelusuran biasa, tetapi jangan pernah menggunakannya untuk berbelanja atau keperluan perbankan.
  • Jangan membuka teks, jendela pop-up, tautan, atau lampiran mencurigakan di email.
  • Jangan pernah mengirim uang atau memberikan detail kartu kredit, detail akun online, atau salinan dokumen pribadi kepada orang yang tidak Anda kenal atau percayai.
  • Waspadai permintaan pembayaran yang tidak biasa. Penipu biasanya meminta Anda untuk menggunakan metode pembayaran yang tidak biasa, termasuk kartu hadiah atau mata uang virtual seperti Bitcoin.

Apa yang Harus Dilakukan jika Saya Menjadi Korban Penipuan Online?

Terkadang, orang memilih untuk tidak melaporkan penipuan karena merasa malu. Ingatlah bahwa penipuan adalah kejahatan, dan penipu akan terus menemukan cara baru untuk menipu korbannya. Siapa pun bisa menjadi korban, jadi Anda perlu melakukan langkah pencegahan yang terbaik.

Hal pertama yang harus Anda lakukan jika menjadi korban penipuan adalah menghubungi polisi. Datanglah ke kantor polisi setempat atau hubungi nomor darurat untuk mendapatkan nasihat. Hubungi bank Anda terlebih dahulu jika melibatkan kartu kredit, perbankan online, atau cek uang.

Jika dana Anda ditransfer melalui sistem pembayaran elektronik (PayPal, WebPay, dll), sebaiknya hubungi layanan dukungannya. Layanan dukungan dapat memblokir akun penipu dan mencegah kemungkinan pencurian dana.

Bisakah Saya Mendapatkan Uang Saya Kembali?

Jika penipu mencuri detail kartu bank, Anda perlu menghubungi layanan dukungan bank dan memblokir kartu Anda. Setelah itu, pergi ke kantor bank dan ajukan permohonan untuk membatalkan transfer. Meninjau permohonan Anda dapat memerlukan waktu hingga 30 hari. Ingatlah untuk membawa bukti nyata penipuan yang Anda alami lalu bawa ke kantor bank dan polisi.

Menurut statistik, sekitar 23 persen korban telah mendapatkan uangnya kembali dari 1,7 juta kasus yang ada, berarti Anda masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan uangnya kembali.

  • Pesan berhasil dikirim
  • Pesan gagal dikirim

Komentar

Tinggalkan komentar

Kami menggunakan cookie

Dengan mengunjungi situs web FraudHunter, Anda setuju bahwa kami memproses data pribadi Anda menggunakan program metrik. Selengkapnya

Berita terbaru: WikiFX: Berapa Biaya Dibalik Reputasi Broker?

Baca selengkapnya