Tentang Gabung Bersama Kami

Hindari Penipuan: Lindungi Diri Anda Dari Penipuan Internet

Aug 24, 2020 - Koby Pearson

Super Healthy Cakes for all family

Teknologi baru yang lebih baik telah memasuki dunia kita. Karenanya, penyebaran penipuan online juga meningkat. Penipu dapat mengelabui Anda dengan berbagai cara, mulai dari mengirimi Anda perangkat lunak berbahaya hingga meminta untuk menyumbang ke badan amal palsu. Ingin menghindari penipuan? Lihat Saran dan Larangan kami tentang cara melindungi diri Anda dari penipuan internet.

Jangan Bagikan Informasi Keuangan Anda

Phishing adalah operasi penipuan yang bertujuan untuk mencuri detail bank Anda dengan membuat situs web palsu yang terlihat persis seperti aslinya. Skema ini sangat mudah: pengguna mendapatkan pesan yang meminta Anda untuk mengisi detail bank karena alasan tertentu. Korban tidak menyadari bahwa situs web tersebut palsu dan memberikan semua data mereka kepada penipu, yang akan hidup bahagia dengan uang yang dicuri.

Buat Kata Sandi yang Sulit Dipecahkan

Saat ini, kata sandi seperti "Susan1985" atau "Passw0rd" sangat mudah ditebak, dan peretas mampu memecahkannya dalam hitungan menit. Buat kata sandi yang lebih rumit setidaknya delapan karakter, termasuk angka, huruf kapital, dan karakter khusus. Para ahli merekomendasikan membuat kata sandi yang berbeda untuk masing-masing situs web yang Anda gunakan.

Jangan Membagikan Nomor Kartu Tanda Penduduk Anda

Jika Anda menerima pesan yang meminta untuk memberikan nomor kartu tanda penduduk Anda, harap abaikan. Badan usaha yang resmi mungkin memerlukan informasi ini, tetapi mereka tidak akan pernah meminta Anda untuk mengirimkannya melalui email.

Selalu Perbarui Antivirus Anda

Saat ini, komputer dapat mengetahui berbagai informasi tentang pemiliknya: nama, sandi, nomor rekening bank. Pastikan Anda memasang antivirus yang aman and terbaru untuk melindungi diri Anda dari kebocoran informasi.

Jangan Mengunduh Perangkat Lunak yang Mencurigakan

Meskipun antivirus terus meningkat, perangkat lunak yang berbahaya juga berkembang. Terkadang virus tersembunyi dengan baik sehingga antivirus Anda tidak dapat mendeteksinya, terutama di email. Berhati-hatilah dan jangan membuka file instalasi di email Anda, kecuali dari sumber yang tepercaya dan resmi.

Jangan Berbelanja di Situs Web yang Tidak Terpercaya

Belanja online telah membuat hidup kita lebih nyaman: tidak perlu antre atau mencari ukuran pakaian. Internet memungkinkan Anda untuk memilih semua karakteristik barang yang dibutuhkan, mulai dari warna hingga harga, dan menerimanya dalam beberapa hari. Namun, periksa URL dengan hati-hati dan pastikan Anda berada di situs resmi seperti UNIQLO, bukan UNQLO;)

Periksa Ulasan

Ulasan memiliki pengaruh yang besar terhadap pelanggan. Namun, perlu diingat bahwa terkadang penipu membayar untuk mendapatkan ulasan positif atau menulis ulasannya sendiri. Jangan percaya pada ulasan dengan mudah, lihat beberapa platform lain untuk memastikan bisnisnya dapat dipercaya.

Jangan Menyumbang ke Badan Amal yang Tidak Terpercaya

Realitanya adalah beberapa penipu memanfaatkan perasaan kita dan membuat badan amal palsu. Tujuan mereka mungkin berbeda – membangun tempat berlindung bagi hewan, mengumpulkan uang untuk anak yang sakit, dan banyak lagi. Lakukan riset singkat menggunakan Google sebelum memberikan donasi untuk memastikan badan amal tersebut resmi.


Penipuan keuangan mengintai Anda di setiap sudut – online dan offline. Meskipun demikian, Anda bisa melindungi diri dengan mudah dari penipuan: katakan "ya" untuk antivirus terpercaya dan pengecekan singkat, serta katakan "tidak" untuk situs web dan orang mencurigakan yang meminta informasi bank Anda.

FAQ

Bagaimana Saya Melindungi Diri dari Penipuan Online?

Penipuan di Internet telah ada sejak awal world wide web (www) dibuat. Dari tahun ke tahun, penipu mengembangkan trik dan teknik baru untuk menipu calon korbannya. Untuk menghindari jebakan online, pastikan untuk mengikuti beberapa aturan dasar berikut:

  • Periksa setelan privasi media sosial Anda dan jangan pernah membagikan informasi pribadi ke orang yang tidak Anda kenal.
  • Buat kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap situs web yang Anda gunakan. Para ahli mengatakan Anda harus mengubah kata sandi sekali dalam beberapa bulan.
  • Berhati-hati saat menggunakan Wi-Fi di tempat umum. Anda dapat menggunakannya untuk penelusuran biasa, tetapi jangan pernah menggunakannya untuk berbelanja atau keperluan perbankan.
  • Jangan membuka teks, jendela pop-up, tautan, atau lampiran mencurigakan di email.
  • Jangan pernah mengirim uang atau memberikan detail kartu kredit, detail akun online, atau salinan dokumen pribadi kepada orang yang tidak Anda kenal atau percayai.
  • Waspadai permintaan pembayaran yang tidak biasa. Penipu biasanya meminta Anda untuk menggunakan metode pembayaran yang tidak biasa, termasuk kartu hadiah atau mata uang virtual seperti Bitcoin.

Apa yang Harus Dilakukan jika Saya Menjadi Korban Penipuan Online?

Terkadang, orang memilih untuk tidak melaporkan penipuan karena merasa malu. Ingatlah bahwa penipuan adalah kejahatan, dan penipu akan terus menemukan cara baru untuk menipu korbannya. Siapa pun bisa menjadi korban, jadi Anda perlu melakukan langkah pencegahan yang terbaik.

Hal pertama yang harus Anda lakukan jika menjadi korban penipuan adalah menghubungi polisi. Datanglah ke kantor polisi setempat atau hubungi nomor darurat untuk mendapatkan nasihat. Hubungi bank Anda terlebih dahulu jika melibatkan kartu kredit, perbankan online, atau cek uang.

Jika dana Anda ditransfer melalui sistem pembayaran elektronik (PayPal, WebPay, dll), sebaiknya hubungi layanan dukungannya. Layanan dukungan dapat memblokir akun penipu dan mencegah kemungkinan pencurian dana.

Bisakah Saya Mendapatkan Uang Saya Kembali?

Jika penipu mencuri detail kartu bank, Anda perlu menghubungi layanan dukungan bank dan memblokir kartu Anda. Setelah itu, pergi ke kantor bank dan ajukan permohonan untuk membatalkan transfer. Meninjau permohonan Anda dapat memerlukan waktu hingga 30 hari. Ingatlah untuk membawa bukti nyata penipuan yang Anda alami lalu bawa ke kantor bank dan polisi.

Menurut statistik, sekitar 23 persen korban telah mendapatkan uangnya kembali dari 1,7 juta kasus yang ada, berarti Anda masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan uangnya kembali.

  • Pesan berhasil dikirim
  • Pesan gagal dikirim

Komentar

Tinggalkan komentar

Kami menggunakan cookie

Dengan mengunjungi situs web FraudHunter, Anda setuju bahwa kami memproses data pribadi Anda menggunakan program metrik. Selengkapnya

Berita terbaru: WikiFX: Berapa Biaya Dibalik Reputasi Broker?

Baca selengkapnya