Tentang Gabung Bersama Kami

Lindungi Email Anda: Cara Menjaga Bisnis Anda Tetap Aman dari Serangan Email

Aug 23, 2021 - Koby Pearson

Super Healthy Cakes for all family

Penjahat siber beralih menggunakan email, menggunakannya untuk mengirimkan konten yang mengancam dan menanamkan malware ke dalam sistem perusahaan untuk mencuri data atau memeras uang.

Penjahat siber beralih menggunakan email, menggunakannya untuk mengirimkan konten yang mengancam dan menanamkan malware ke dalam sistem perusahaan untuk mencuri data atau memeras uang. Perkembangan teknologi virus, dedikasi penjahat, dan faktor manusia telah berkontribusi terhadap masalah ini. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan cara kerja serangan email dan cara mencegahnya atau setidaknya meminimalkan kerugiannya.

Jenis Serangan Email

Kami sudah menerbitkan artikel tentang email PayPal palsu, tetapi cara baru untuk menyerang perusahaan terus bermunculan setiap hari. Mari kita lihat jenis serangan email yang paling umum.

Phishing

Email phishing adalah suatu jenis penipuan di internet, yang bertujuan untuk mengelabui pengguna agar mengungkapkan informasi rahasia seperti kata sandi, nomor kartu kredit, dan lainnya. Anda menerima email, yang meminta untuk membuka situs web dan melakukan tindakan tertentu agar terhindar dari suatu bahaya. Jika Anda "memakan umpan" dan mengeklik tautannya, Anda akan diarahkan ke situs web yang meniru situs resmi dan meminta Anda untuk memberikan informasi rahasia. Jika Anda tanpa sadar menyetujuinya, informasi rahasia Anda akan dikirimkan ke penjahat siber. Phising menjadi metode serangan keamanan yang efektif, menggunakan rekayasa sosial yang cerdas dan terfokus, untuk menipu korban dan membahayakan seluruh perusahaannya.

Serangan spam

Setiap pengguna email mungkin akrab dengan istilah spam. Spam adalah versi elektronik dari brosur iklan yang dilemparkan ke dalam rumah Anda. Namun, itu tidak hanya mengganggu tetapi juga berbahaya, terutama jika spam adalah bagian dari phishing.

Spoofing Email

Kata spoofing memiliki arti pemalsuan. Dalam email palsu, yang meniru email asli, pengirimnya sengaja mengubah bagian emailnya untuk menyamar sebagai orang atau institusi lain. Biasanya, nama atau alamat pengirim dan isi pesannya disalin dari sumber yang asli, seolah-olah email tersebut berasal dari bank atau perusahaan yang sah. Dalam banyak kasus, alamat email palsu adalah bagian dari penipuan phishing. Namun, tidak jarang alamat email palsu digunakan untuk menjual produk palsu.

Kompromi Email Bisnis

Dalam beberapa tahun terakhir, peretas menggunakan metode Business Email Compromise (BEC), Anda mungkin pernah mendengar tentang hal ini, seperti ulasan broker WikiFX yang memeras perusahaan. Singkatnya, serangan ini mencoba membahayakan korespondensi perusahaan dengan cara tertentu. Ini adalah sumber pendapatan yang sangat besar bagi penjahat siber, karena jenis serangan email ini menarget orang-orang terkenal untuk meyakinkan mereka agar mengirimkan uang atau informasi rahasia kepada penipu. Untuk mengetahui lebih lanjut, silakan tonton wawancara video Threatpost dengan Agari Tokazowski.

Cara Menangkal Serangan Siber

Penjahat menggunakan banyak cara teknis dan rekayasa sosial untuk mendapatkan kepercayaan korban dan melakukan tindak penipuan. Namun, ada beberapa langkah efektif untuk meminimalkan ancaman dari serangan email:

  • jangan pernah membalas spam
  • pikirkan sebelum mengeklik tautan
  • perbarui browser secara rutin
  • gunakan filter spam
  • periksa informasi dengan cermat.

Sebagian besar software keamanan dapat mendeteksi tautan dan lampiran berbahaya yang tersembunyi, sehingga informasi Anda tidak akan jatuh ke tangan yang salah, bahkan ketika Anda tidak merasakan ada yang salah pada saat itu. Jadi tetap waspada, berhati-hati, dan perhatikan tanda-tanda serangan email di dunia maya.

Jika Anda pernah menjadi korban penipuan di Internet, kirim cerita Anda untuk kami publikasikan. Mari bersama-sama menjadikan Internet tempat yang lebih aman.

FAQ

Bagaimana Saya Melindungi Diri dari Penipuan Online?

Penipuan di Internet telah ada sejak awal world wide web (www) dibuat. Dari tahun ke tahun, penipu mengembangkan trik dan teknik baru untuk menipu calon korbannya. Untuk menghindari jebakan online, pastikan untuk mengikuti beberapa aturan dasar berikut:

  • Periksa setelan privasi media sosial Anda dan jangan pernah membagikan informasi pribadi ke orang yang tidak Anda kenal.
  • Buat kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap situs web yang Anda gunakan. Para ahli mengatakan Anda harus mengubah kata sandi sekali dalam beberapa bulan.
  • Berhati-hati saat menggunakan Wi-Fi di tempat umum. Anda dapat menggunakannya untuk penelusuran biasa, tetapi jangan pernah menggunakannya untuk berbelanja atau keperluan perbankan.
  • Jangan membuka teks, jendela pop-up, tautan, atau lampiran mencurigakan di email.
  • Jangan pernah mengirim uang atau memberikan detail kartu kredit, detail akun online, atau salinan dokumen pribadi kepada orang yang tidak Anda kenal atau percayai.
  • Waspadai permintaan pembayaran yang tidak biasa. Penipu biasanya meminta Anda untuk menggunakan metode pembayaran yang tidak biasa, termasuk kartu hadiah atau mata uang virtual seperti Bitcoin.

Apa yang Harus Dilakukan jika Saya Menjadi Korban Penipuan Online?

Terkadang, orang memilih untuk tidak melaporkan penipuan karena merasa malu. Ingatlah bahwa penipuan adalah kejahatan, dan penipu akan terus menemukan cara baru untuk menipu korbannya. Siapa pun bisa menjadi korban, jadi Anda perlu melakukan langkah pencegahan yang terbaik.

Hal pertama yang harus Anda lakukan jika menjadi korban penipuan adalah menghubungi polisi. Datanglah ke kantor polisi setempat atau hubungi nomor darurat untuk mendapatkan nasihat. Hubungi bank Anda terlebih dahulu jika melibatkan kartu kredit, perbankan online, atau cek uang.

Jika dana Anda ditransfer melalui sistem pembayaran elektronik (PayPal, WebPay, dll), sebaiknya hubungi layanan dukungannya. Layanan dukungan dapat memblokir akun penipu dan mencegah kemungkinan pencurian dana.

Bisakah Saya Mendapatkan Uang Saya Kembali?

Jika penipu mencuri detail kartu bank, Anda perlu menghubungi layanan dukungan bank dan memblokir kartu Anda. Setelah itu, pergi ke kantor bank dan ajukan permohonan untuk membatalkan transfer. Meninjau permohonan Anda dapat memerlukan waktu hingga 30 hari. Ingatlah untuk membawa bukti nyata penipuan yang Anda alami lalu bawa ke kantor bank dan polisi.

Menurut statistik, sekitar 23 persen korban telah mendapatkan uangnya kembali dari 1,7 juta kasus yang ada, berarti Anda masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan uangnya kembali.

  • Pesan berhasil dikirim
  • Pesan gagal dikirim

Komentar

Tinggalkan komentar

Kami menggunakan cookie

Dengan mengunjungi situs web FraudHunter, Anda setuju bahwa kami memproses data pribadi Anda menggunakan program metrik. Selengkapnya

Berita terbaru: WikiFX: Berapa Biaya Dibalik Reputasi Broker?

Baca selengkapnya