Tentang Gabung Bersama Kami

10 Penipuan Online Teratas supaya Anda Menghindarinya

Sep 10, 2020 - Koby Pearson

Super Healthy Cakes for all family

Pernahkah Anda menerima pesan yang mengatakan bahwa Anda telah memenangkan $1000, dan syarat untuk mendapatkan uangnya hanyalah mengirimkan informasi rekening bank Anda? Atau mungkin Anda mendapatkan email yang mengatakan seseorang mencoba masuk ke akun Facebook Anda, dan untuk membuktikan identitas, Anda harus mengirimkan foto paspor? Jika demikian, Anda telah merasakan dunia penipuan online.

Dengan penyebaran Internet, penipuan online bisa dibilang wabah abad ke-21. Silakan baca 10 penipuan online teratas agar Anda tidak tertipu setelah membaca artikel ini.

Phishing

Semua orang suka mendapatkan sesuatu secara gratis, dan saat ini, ada banyak hadiah online dari blogger dan merek yang berbeda, posting-untuk-menang, dan sebagainya. Namun, tidak semuanya asli. Phishing adalah skema mengirimkan email dan pemberitahuan massal yang mengatasnamakan merek, bank, sistem pembayaran, dan jejaring sosial yang terkenal.

Email ini biasanya berisi logo, pesan, dan tautan langsung ke situs yang tampak sama dengan aslinya. Saat Anda mengeklik tautan ke situs web tersebut, Anda memasukkan data rahasia ke dalam formulir dengan berbagai alasan. Sebagai akibatnya, penipu mendapatkan akses ke akun dan rekening bank pengguna.

Serangan phishing pertama kali muncul pada akhir abad lalu, dan menurut Google, kini sekitar 12,4 juta pengguna merupakan korban phising di dunia setiap tahun.

Penipuan Nigeria

Penipuan Nigeria adalah suatu jenis penipuan internet yang muncul pada 1980-an. Namanya mengacu pada tempat asalnya. Penipuan Nigeria melibatkan seorang penipu yang mencoba memeras uang dari pengguna atau mendapatkan akses ke rekening Bank mereka. Penipu mengirimkan pesan kepada pengguna, meminta mereka untuk mengirimkan sejumlah uang untuk mendapatkan akses ke harta uang yang lebih besar.

Menurut pesan penipu, ada jutaan dolar yang diperoleh secara tidak resmi dan juga disimpan secara ilegal. Pengirim pesan berjanji bahwa pengguna akan menerima sebagian dari harta yang luar biasa tersebut sebagai imbalan atas "kerja keras" mereka. Tentunya, hasil dari email Nigeria tersebut jelas: pengguna umumnya akan kehilangan semua uang mereka jika penipu berhasil mendapatkan akses ke rekening bank "korban".

Penipuan Perangkat Lunak

Bayangkan: Anda menerima pesan dari merek perangkat lunak terkenal di dunia melalui email, yang mengatakan bahwa Anda menerima versi gratis dari suatu program. Misalnya Adobe Photoshop, yang biasanya berharga sekitar $120 per tahun. Sekarang, Anda sebagai orang yang beruntung, merasa akan menghemat uang ini!

Anda mengeklik tautan, mengunduh program, memulai instalasi, tetapi bukannya menerima perangkat lunak gratis, Anda mendapatkan program yang mencuri semua data, kata sandi, dan merusak komputer Anda. Selamat – Anda telah menjadi korban penipuan perangkat lunak. Untuk mencegah hal ini, pastikan untuk meningkatkan perlindungan online Anda dengan antivirus yang terpercaya.

Penipuan Pembunuh Bayaran

Penipuan pembunuh bayaran adalah salah satu penipuan yang paling serius di daftar ini. Penipuan ini menggunakan ancaman yang dirancang untuk menakut-nakuti agar menyerahkan uang Anda, dan termasuk ancaman terhadap nyawa Anda. FBI bahkan mulai mengawasi para penipu ini.

Penipuan ini mungkin memiliki ancaman yang berbeda, tetapi hanya memiliki satu tujuan: untuk menakut-nakuti Anda hingga menuruti tuntutan mereka dan membayar puluhan juta rupiah agar selamat. Beberapa penipu ini mengklaim bahwa mereka meretas komputer Anda, merekam video saat Anda mengunjungi situs porno, dan akan mengirimkannya ke semua kontak jika Anda menolak untuk membayar.

Beberapa penipu lain mungkin mengatakan bahwa mereka mengenal seseorang yang ingin membunuh Anda, dan setelah menerima bayaran uang Anda, mereka akan memberitahukan nama dan buktinya. Jika Anda menerima pesan semacam ini, FBI menyarankan untuk mengabaikan ancaman tersebut, dan menghapus email SPAM tersebut.

Peretasan Akun Sosial Media

Suatu waktu, Anda mungkin lupa kata sandi dari akun Facebook atau Instagram Anda. Biasanya Anda akan mengeklik "lupa kata sandi" dan mengatur ulang kata sandi baru, mudah. Namun, terkadang Anda perlu menghadapi prosedur yang lebih rumit. Misalnya, Facebook dan VK dapat meminta Anda untuk mengambil foto paspor untuk membuktikan identitas Anda. Meskipun jarang, tetapi bisa terjadi.

Mereka yang tidak ingin kehilangan akun akan mengirim salinan dokumen ke dukungan teknis. Sayangnya, Anda dapat bertemu dengan para penipu bahkan di tahap ini. Jika Anda menerima email yang mengatakan bahwa seseorang mencoba untuk mengakses akun, dan Anda perlu mengirim data Anda, hubungi dukungan teknis pada situs web terlebih dahulu. Jika mereka mengonfirmasi hal ini, maka lampirkan dokumen yang diperlukan. Jika tidak, abaikan pesan tersebut dan masukkan ke dalam spam.

Penipuan Wisata

Maskapai meluncurkan penerbangan baru di puncak musim liburan, tiket kereta laris terjual seperti kacang goreng, dan penipu mencoba mengelabui wisatawan dengan situs tiruan yang menawarkan diskon luar biasa untuk penerbangan dan paket wisata. Saat mendekati musim liburan, wisatawan yang tidak curiga akan memesan tiket dan tur wisata melalui situs web, tetapi setelah pembayaran, tidak ada yang terjadi: tidak ada tiket yang terbit, tidak ada uang yang dikembalikan, dan tidak ada liburan.

Penipu mengeluarkan sejumlah besar uang untuk iklan, sehingga akan muncul di hasil pencarian teratas. Hanya ada satu cara untuk mengenali situs palsu: periksa dengan cermat nama situs web dan pastikan situsnya resmi.

Penipuan Bitcoin

Penipuan Bitcoin cukup baru, dibandingkan dengan penipuan lain dalam daftar ini. Meskipun baru tetapi sudah tersebar dengan cepat. Beberapa situs palsu seperti pertukaran mata uang kripto dan layanan pertukaran bitcoin adalah salah satu cara ampuh peretas untuk menjadi kaya. Dengan mengubah satu huruf pada URL, mereka membuat salinan palsu dari situs tempat Anda dapat menyimpan atau menukar bitcoin dan mata uang kripto lainnya.

Tujuannya adalah mencuri informasi pendaftaran atau memaksa pengguna untuk melakukan transaksi dengan mata uang kripto, yang pada akhirnya akan masuk ke dompet penipu. Jenis penipuan lainnya adalah skema piramida saat Anda dijanjikan keuntungan besar dengan investasi yang rendah. Ini adalah prinsip umum skema piramida: investor mendapatkan keuntungan dari investasi orang baru. Secara umum, keuntungan paling besar didapatkan oleh mereka yang mengaturnya, dan ketika arus investor baru habis, skema piramida tidak ada lagi.

Penipuan Forex

Penipu forex akan ada selama pasar Forex ada. Ketika suatu skema penipuan terungkap, penipu akan menemukan celah baru. Tanda utama dari penipuan Forex adalah menjamin keuntungan yang sangat besar dengan sedikit atau tanpa risiko sama sekali. Pertama, tidak ada yang namanya jaminan 100%. Jika memang ada, trader tersebut tidak akan membagi rahasianya dengan pelaku pasar lainnya.

Dealer yang tidak tahu malu memikat pelanggan dengan spread rendah dan menawarkan margin yang sangat besar. Pada saat yang sama, diperlukan investasi minimum, dalam beberapa kasus – mulai dari $10. Coba pikirkan secara kritis, jika bisa menghasilkan jutaan dolar dengan modal $10, mengapa semua orang belum menjadi kaya? Konsultan forex berada di posisi kedua dalam hal popularitas. Mereka menyamar sebagai trader terhormat dan menawarkan klien untuk menginvestasikan uangnya di pasar Forex. Mereka juga menjanjikan komisi rendah untuk layanannya dan menghasilkan uang tunai secara cepat.

Berbeda dari broker penipu, konsultan ini menarget klien besar yang dapat segera menginvestasikan beberapa ribu dolar. Dari sudut pandang hukum, skema penipuan sangat sederhana dan jelas: Anda memberikan uang kepada seseorang yang tidak jelas dalam perkataannya. Oleh karena itu, mereka tidak merasa harus mengembalikan uangnya kepada Anda, terutama dengan tambahan bunga.

Situs Belanja Palsu

Kita semua tergoda untuk membeli barang-barang yang harganya lebih murah daripada di toko resmi – misalnya, iPhone. Di toko resmi, Anda menemukan iPhone 11 baru seharga $999. Namun, di berbagai situs web, penjual menawarkan ponsel yang sama dua kali atau tiga kali lebih murah, sehingga Anda kebingungan untuk membeli di mana. Jadi, sebelum membuat keputusan, pastikan untuk memeriksa apakah penjualnya tepercaya dan memeriksa ulasannya. Namun, saran kami adalah jangan mempercayai reseller dan lebih baik beli di toko resmi.

Jika Anda ingin membeli sesuatu di Internet, pastikan Anda membuka situs web yang benar. Seperti yang telah kami sampaikan, terkadang penipu membuat salinan lengkap dari situsnya, dan satu-satunya perbedaannya adalah pada namanya, misalnya asos.com dan as0s.com. Sejujurnya, tidak semua orang memperhatikan perbedaan ini! Beberapa pelanggan memilih pakaian, memasukkannya ke dalam keranjang online mereka, dan memberikan detail kartunya. Anda tertipu karena tidak memperhatikan perbedaan sepele ini!

Penipuan B2B

Kebanyakan penipuan ditujukan pada konsumen. Namun, menurut Federal Trade Commission (FTC), penipuan B2B menjadi lebih umum, dan pemilik bisnis harus memperhatikan praktik pembayaran mereka jika tidak ingin menjadi korban. FTC telah memperhatikan lonjakan tagihan palsu pada bisnis yang terdaftar di yellow pages.

Perusahaan penipu mengirimkan daftar tagihan kepada perusahaan sasaran dan meminta pembayaran. Namun, perusahaan sasaran tidak pernah memesan daftar tagihan sama sekali. Sebelum karyawan Anda menerima tagihan, pastikan untuk memverifikasi asalnya. Melihat riwayat pembelian perusahaan dapat membantu proses verifikasi. Karyawan Anda harus memberi tahu akun yang mencurigakan untuk penelusuran lebih lanjut dari pihak manajemen.

FAQ

Bagaimana Saya Melindungi Diri dari Penipuan Online?

Penipuan di Internet telah ada sejak awal world wide web (www) dibuat. Dari tahun ke tahun, penipu mengembangkan trik dan teknik baru untuk menipu calon korbannya. Untuk menghindari jebakan online, pastikan untuk mengikuti beberapa aturan dasar berikut:

  • Periksa setelan privasi media sosial Anda dan jangan pernah membagikan informasi pribadi ke orang yang tidak Anda kenal.
  • Buat kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap situs web yang Anda gunakan. Para ahli mengatakan Anda harus mengubah kata sandi sekali dalam beberapa bulan.
  • Berhati-hati saat menggunakan Wi-Fi di tempat umum. Anda dapat menggunakannya untuk penelusuran biasa, tetapi jangan pernah menggunakannya untuk berbelanja atau keperluan perbankan.
  • Jangan membuka teks, jendela pop-up, tautan, atau lampiran mencurigakan di email.
  • Jangan pernah mengirim uang atau memberikan detail kartu kredit, detail akun online, atau salinan dokumen pribadi kepada orang yang tidak Anda kenal atau percayai.
  • Waspadai permintaan pembayaran yang tidak biasa. Penipu biasanya meminta Anda untuk menggunakan metode pembayaran yang tidak biasa, termasuk kartu hadiah atau mata uang virtual seperti Bitcoin.

Apa yang Harus Dilakukan jika Saya Menjadi Korban Penipuan Online?

Terkadang, orang memilih untuk tidak melaporkan penipuan karena merasa malu. Ingatlah bahwa penipuan adalah kejahatan, dan penipu akan terus menemukan cara baru untuk menipu korbannya. Siapa pun bisa menjadi korban, jadi Anda perlu melakukan langkah pencegahan yang terbaik.

Hal pertama yang harus Anda lakukan jika menjadi korban penipuan adalah menghubungi polisi. Datanglah ke kantor polisi setempat atau hubungi nomor darurat untuk mendapatkan nasihat. Hubungi bank Anda terlebih dahulu jika melibatkan kartu kredit, perbankan online, atau cek uang.

Jika dana Anda ditransfer melalui sistem pembayaran elektronik (PayPal, WebPay, dll), sebaiknya hubungi layanan dukungannya. Layanan dukungan dapat memblokir akun penipu dan mencegah kemungkinan pencurian dana.

Bisakah Saya Mendapatkan Uang Saya Kembali?

Jika penipu mencuri detail kartu bank, Anda perlu menghubungi layanan dukungan bank dan memblokir kartu Anda. Setelah itu, pergi ke kantor bank dan ajukan permohonan untuk membatalkan transfer. Meninjau permohonan Anda dapat memerlukan waktu hingga 30 hari. Ingatlah untuk membawa bukti nyata penipuan yang Anda alami lalu bawa ke kantor bank dan polisi.

Menurut statistik, sekitar 23 persen korban telah mendapatkan uangnya kembali dari 1,7 juta kasus yang ada, berarti Anda masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan uangnya kembali.

  • Pesan berhasil dikirim
  • Pesan gagal dikirim

Komentar

Tinggalkan komentar

Kami menggunakan cookie

Dengan mengunjungi situs web FraudHunter, Anda setuju bahwa kami memproses data pribadi Anda menggunakan program metrik. Selengkapnya

Berita terbaru: WikiFX: Berapa Biaya Dibalik Reputasi Broker?

Baca selengkapnya